Popular Posts

Sunday, October 23, 2011

ORANG-ORANG YANG DIDOAKAN OLEH MALAIKAT





1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan kerana tidur dalam keadaan suci”.

(Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)



2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu solat.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu solat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’”

(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)



3. Orang–orang yang berada di saf barisan depan di dalam solat berjamaah.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada (orang–orang) yang berada pada saf-saf terdepan”

(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)



4. Orang–orang yang menyambung saf pada solat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam saf).


Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu berselawat kepada orang-orang yang menyambung saf–saf”

(Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)



5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.


Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, kerana barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu”.

(Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)



6. Orang yang duduk di tempat solatnya setelah melakukan solat.


Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu berselawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat solat dimana ia melakukan solat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia”

(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)



7. Orang–orang yang melakukan solat subuh dan asar secara berjamaah.


Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat solat subuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga subuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu solat asar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga solat asar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan solat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan solat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat’”

(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)



8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa pengetahuan orang yang didoakan.


Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa pengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan"

(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., Shahih Muslim no. 2733)



9. Orang–orang yang berinfak.


Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang bakhil’”

(Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)



10. Orang yang sedang makan sahur.


Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada orang – orang yang sedang makan sahur”

(Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)



11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.


Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan berselawat kepadanya di waktu siang sehingga petang dan di waktu malam sehingga subuh”

(Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”)



12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.


Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya berselawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain”

(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)




SEMOGA KITA TERGOLONG
 DALAM GOLONGAN ORANG-ORANG 
YANG DIDOAKAN OLEH PARA MALAIKAT... 
AMIN



Saturday, October 22, 2011

KAEDAH MENCARI BAHAGIA MENURUT AL QURAN DAN AS SUNNAH





1. Beriman dan beramal salih.

“Siapa yang beramal salih baik laki-laki ataupun perempuan dalam keadaan ia beriman, maka Kami akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik dan Kami akan membalas mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang mereka amalkan.”
 (An-Nahl: 97)

Ibnu ‘Abbas RA meriwayatkan bahawa sekelompok ulama mentafsirkan bahawa kehidupan yang baik (dalam ayat ini) ialah rezeki yang halal dan baik (halalan tayyiban). Sayidina Ali pula mentafsirkannya dengan sifat qana’ah (merasa cukup). Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu ‘Abbas, meriwayatkan bahawa kehidupan yang baik itu adalah kebahagiaan.



2. Banyak mengingat Allah .

Dengan berzikir kita akan mendapat kelapangan dan ketenangan sekali gus bebas daripada rasa gelisah dan gundah gulana. Firman Allah:

“Ketahuilah dengan mengingat (berzikir) kepada Allah akan tenang hati itu.”
 (Ar-Ra’d: 28)



3. Bersandar kepada Allah.

Dengan cara ini seorang hamba akan memiliki kekuatan jiwa dan tidak mudah putus asa dan kecewa. Allah berfirman:

“Siapa yang bertawakal kepada Allah maka Allah akan mencukupinya.” 
(Ath-Thalaq: 3)



4. Sentiasa mencari peluang berbuat baik.

Berbuat baik kepada makhluk dalam bentuk ucapan mahupun perbuatan dengan ikhlas dan mengharapkan pahala daripada Allah akan memberi ketenangan hati.

Firman-Nya:

“Tidak ada kebaikan dalam kebanyakan bisikan-bisikan mereka kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh ( manusia) untuk bersedekah atau berbuat kebaikan dan ketaatan atau memperbaiki hubungan di antara manusia. Barang siapa melakukan hal itu karena mengharapkan keredaan Allah, nescaya kelak Kami akan berikan padanya pahala yang besar.” 
(An-Nisa: 114)



5. Tidak panjang angan-angan tentang masa depan dan tidak meratapi masa silam.

Fikir tetapi jangan khuatir. Jangan banyak berangan-angan terhadap masa depan yang belum pasti. Ini akan menimbulkan rasa gelisah oleh kesukaran yang belum tentu datang. Juga tidak terus meratapi kegagalan dan kepahitan masa lalu karena apa yang telah berlalu tidak mungkin dapat dikembalikan semula. Rasulullah SAW bersabda:

“Bersemangatlah untuk memperoleh apa yang bermanfaat bagi mu dan minta tolonglah kepada Allah dan janganlah lemah. Bila menimpa mu sesuatu (dari perkara yang tidak disukai) janganlah engkau berkata: “Seandainya aku melakukan ini nescaya akan begini dan begitu,” akan tetapi katakanlah: “Allah telah menetapkan dan apa yang Dia inginkan Dia akan lakukan,” karena sesungguhnya kalimat ‘seandainya’ itu membuka amalan syaitan.” 
(HR. Muslim)




6. Melihat “kelebihan” bukan kekurangan diri.

Lihatlah orang yang di bawah dari segi kehidupan dunia, misalnya dalam kurniaan rezeki karena dengan begitu kita tidak akan meremehkan nikmat Allah yang diberikan Allah kepada kita. Rasulullah SAW bersabda:

“Lihatlah orang yang di bawah kamu dan jangan melihat orang yang di atas kamu karena dengan (melihat ke bawah) lebih pantas untuk kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang dilimpahkan-Nya kepada kamu.” 
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)




7. Jangan mengharapkan ucapan terima kasih manusia.

Ketika melakukan sesuatu kebaikan, jangan mengharapkan ucapan terima kasih ataupun balasan manusia. Berharaplah hanya kepada Allah. Kata bijak pandai, jangan mengharapkan ucapan terima kasih kerana umumnya manusia tidak pandai berterima kasih. Malah ada di antara hukama berkata, “sekiranya kita mengharapkan ucapan terima kasih daripada manusia nescaya kita akan menjadi orang yang sakit jiwa!”. Firman Allah:

“Kami memberi makan kepada kalian hanyalah karena mengharap wajah Allah, kami tidak menginginkan dari kalian balasan dan tidak pula ucapan terima kasih.”
 (Al Insan: 9)

Bahagia itu datang dari ketenangan hati, 
tenangnya hati dari hati yang berzikir. 
Bahagia yang sebenar 
apabila kita yang mencari kebahagiaan, 
dan menyebarkannya, 
bukan hanya mengharapkannya dari orang lain.
 Bagaimana mahu MEMBERI kebahagiaan, 
jika tiada kuasa kasih sayang??? 
Kuasa kasih sayang pula berkadar terus dengan IMAN... 
Fahami dari akar-umbi tentang bahagia, 
kemudian amalkannya, dan rasakannya.. 
Adilnya Allah....
 setiap kita berpeluang untuk bahagia 
kerana bahagia boleh diusahakan..



Sumber asal : Ustaz Pahrol Juoi

Friday, October 21, 2011

21 OKTOBER 2011 - MAJLIS PERASMIAN BULAN BAHASA KEBANGSAAN 2011 : 1 BAHASA 1 BANGSA 1 NEGARA... ANJURAN : PANITIA BAHASA MELAYU SMKTUN


Dari kiri : Pn. Aliah - KETUA BIDANG BAHASA,
Pn. Arbaiyah - KETUA PANITIA BAHASA MELAYU
Ustazah Yasirah - PENYELARAS BLOG
dan Pn. Sharifah - KETUA BIDANG TEKNIK VOKASIONAL





























 Lagu Satu 1 Malaysia 

Dunia kian berubah
Perubahan melingkari
Melaksana hasrat hati
Kejayaan terbukti

Dunia yang megah
Dengan misi yang gagah
Kerana perpaduan
Kita masih bersama

Chorus
Kita satu bangsa, Kita satu Negara
Kita satu matlamat, oooo
Kita satu bangsa, satu Negara

Bermulanya sekarang
Perjalanan dilaksana
Seia sekata sehati dan sejiwa

Membina masa hadapan
Menuju kejayaan
Kita semua rakyat Malaysia
Harmoni, saling menghormati

Chorus x2
Kita satu bangsa, Kita satu Negara
Kita satu matlamat, oooo
Kita satu bangsa, satu Negara



KLIK : MAJLIS TAHNIK BABY DHIA DAMIA OLEH USTAZ MOHD RIFQI DI BILIK GURU SMKTUN

Thursday, October 20, 2011

20 OKTOBER 2011 - MAJLIS TAHNIK BABY DHIA DAMIA OLEH USTAZ MOHD RIFQI DI BILIK GURU SMKTUN....


BABY DHIA DAMIA BINTI MOHD NOR ( anak kepada Pn. Zalila )

Tahnik maknanya mengunyah kurma dan memindahkannya ke lelangit anak yang baru dilahirkan. Caranya ialah dengan menguyah kurma, kemudian letakkan kurma yang telah dikunyah di hujung jari dan masukkan perlahan-lahan hujung jari itu ke dalam mulut anak yang baru dilahirkan.
Gerakkan jari itu ke kanan dan ke kiri dengan lemah lembut sehingga meliputi keseluruhan mulut anak kecil dengan kurma yang dikunyah tadi.
Perbuatan tahnik ini afdhal dilakukan oleh orang-orang soleh dan bertaqwa bagi mengambil berkatnya. Agar, anak itu nanti turut menjadi soleh dan bertaqwa.















Ya Allah, besarkanlah dia dalam suasana yang baik,
 Hidupkan dia dengan kehidupan yang elok,
 kurniakan kebahagiaan terbaik buatnya, 
jadikan dia anak yang taat 
dan tidak menderhakai ibu bapanya,
 selamatkanlah dia daripada gangguan orang jahat, 
ahli sihir dan orang-orang yang dengki,
 awasilah dan lindungilah dia 
daripada kejahatan seluruh makhluk, 
Ampunkanlah kedua ibu bapanya 
dan para hadirin sekalian 

Ya Allah, Fahamkanlah dia dalam urusan agama, 
dan ajarkanlah dia memahami al-Quran, 
bimbingilah dia ke jalanMu yang lurus 

Ya Allah, banyakkan hartanya, 
ramaikan anaknya, 
 dan masukkanlah dia ke dalam syurgaMu. 

Ya Allah sinarilah hatinya 
dengan cahaya petunjuk hidayahMu,
 sebagaimana telah kamu sinarikan muka bumiMu 
dengan cahaya matahariMU

Amin ya Rabbal 'Alamin


DIDOAKAN BABY DHIA DAMIA 
KAN MENJADI ANAK YANG SOLEHAH 
PENYEJUK MATA HATI AYAH DAN IBU 
CEMERLANG DI DUNIA DAN AKHIRAT..

Perkenankanlah wahai Tuhan Yang Maha Pemurah


KLIK : AURA DAN GETARAN : TENAGA DARI MANUSIA YANG HEBAT

Monday, October 17, 2011

AURA DAN GETARAN : TENAGA DARI MANUSIA YANG HEBAT...


Aura dan getaran adalah dikaitkan dengan gelombang elektromagnetik pada frekuensi tertentu yang berlegar di sekitar tubuh manusia. Ia juga dikaitkan perlanggaran atom, elektron dan elemen di sekitar tubuh yang menghasilkan tenaga. Kesan kekuatan gelombang ini boleh dilihat dengan pandangan fizikal ke atas mereka yang mempunyai banyak aura dan getaran positif.


Begitu banyak kajian dilakukan oleh golongan barat dan pengkaji-pengkaji biologi tentang kewujudan aura dan getaran. Seorang saintis Rusia contohnya menghabiskan 50 tahun mengkaji tentang aura dan pembacaannya menggunakan kesan Kirlian. Malah sudah ada pengusaha di serata dunia menggunakan kesan Kirlian untuk membaca aura seseorang bagi mengesan masalah kesihatan mereka.


Tapi adakah aura ini wujud dalam Islam? Adakah ini semua ajaran karut yang membuat manusia memikirkan seseorang itu boleh mempunyai tenaga baik dan tenaga jahat yang boleh mempengaruhi seseorang? Hakikatnya ia telah ada dalam Islam dan dikenali sebagai NUR.


Apakah itu Nur? Nur berasal daripada perkataan Arab yang bermaksud cahaya. Ia bukanlah cahaya fizikal tetapi cahaya mental atau kesan refleksi tenaga yang mana boleh dilihat penzahirannya daripada cara hidup seseorang. Nur bukan sahaja dikaitkan penzahirannya melalui tenaga malah penzahirannya kepada fizikal seseorang.


Di dalam Islam, kekuatan Nur seseorang itu akan lebih terserlah daripada Iman dan amalan hidup Islamnya yang mana amalan tersebut dipenuhi dengan nilai positif, keikhlasan, keyakinan, kebenaran dan semangat.


Wajah seseorang yang mempunyai Nur itu sentiasa bersih dan menyegarkan mata orang lain yang memandang. Kedapatan hadis sahih yang menggambarkan Rasulullah S.A.W. itu mempunyai wajah yang berseri-seri, berkulit bersih, alisnya yang lentik, tidak kurus atau gemuk serta wajah yang rupawan.


Begitu juga dikatakan ucapannya itu menyejukkan kalbu mereka yang mendengar. Hadirnya Rasulullah S.A.W. dirasai mereka seolah sedang datang ketenangan dan kegembiraan kepada mereka. Ini sebenarnya yang dikatakan Nur dan mungkin dikatakan sebagai getaran aura bagi pengkaji bukan Islam.


Mari kita lihat hasil kajian orang bukan Islam tentang aura dan ajaran Islam yang sedia ada.


Persekitaran

Kajian menjelaskan peranan persekitaran terhadap aura seseorang. Seseorang yang rajin menghirup udara segar, melihat matahari terbit serta menjaga kebersihan alam persekitarannya dikatakan mampu memperbaiki aura dirinya.

Ia lebih dikaitkan dengan satu kaedah dan cara kehidupan yang lebih sihat, sempurna, jauh dari pencemaran serta banyak berhubung dengan alam semulajadi.


Dalam Islam pula sememangnya telah diajar umat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan terdapat dalil yang menyokong perkara ini. Selain itu, orang Islam diseru supaya tidak tidur apabila matahari terbit kerana ia mampu menjemput penyakit.


Dalam perihal alam semulajadi pula, kedapatan hadis yang menerangkan tentang perlunya menjaga alam contohnya sabda Rasulullah S.A.W. "Dunia ini hijau dan cantik, dan Tuhan telah melantik kamu sebagai pengurusnya. Dia melihat apa yang kamu lakukan." Hadis riwayat Muslim.


Oleh yang demikian haruslah kita ingat bahawa perlunya kita mengambil tahu tentang pemeliharaan dan pemuliharaan alam, kebersihan persekitaran dan tempat tinggal serta peranan waktu pagi dalam kehidupan. Kita tidak sedar agama telah pun mengajar kita menjaga aura dan getaran dengan penghayatan alam.


Nutrisi dan Pemakanan

Kajian mengatakan makanan yang bersih serta segar mampu menaikkan aura seseorang. Selain itu, hanya bahagian-bahagian terpilih yang tertentu pada makanan yang berzat dan tidak mempunyai elemen kekotoran sahaja yang harus dimakan.


Apa kurangnya Islam yang sememangnya mempunyai panduan khas dalam pemakanan yang suci dan halal. Islam lebih teliti dan tersusun dalam menentukan kesucian pemakanan dan sememangnya ada kategori dan bahagian tertentu pada haiwan makanan itu tidak digalakkan untuk dimakan sungguhpun halal contohnya bahagian darah dan dalaman seperti hati, limpa, dan organ dalaman.


Malah Islam mengajar lebih lagi daripada itu iaitu mempastikan kesucian makanan itu pada zahir dan batinnya. Batin itu bermaksud menjaga sumber rezeki supaya halal. Haramnya sumber itu menjadikan makanan yang fizikalnya halal menjadi haram. Maka telah terbukti ajaran Islam memberi panduan yang lebih jelas dan mendalam tentang fakta ini.


Senaman

Kajian seterusnya menjelaskan perlunya senaman untuk menjaga kesihatan bagi mereka yang ingin membangkitkan aura. Melalui senaman, tubuh dan organnya akan menjadi lebih aktif dan sihat bagi menghasilkan aura dan getaran yang lebih positif.


Solat adalah senaman yang pasti bagi orang Islam yang mengerjakan solat lima (5) waktu sehari semalam. Sama ada seorang Islam itu bersenam atau tidak, tanpa disedari mereka telah pun melakukan senaman paling asas lima (5) kali sehari.


Selain itu kedapatan perkara lain dalam ajaran Islam yang menggalakkan umatnya menggerakkan tubuh badan antara diberikan pahala bagi setiap langkah orang yang ke masjid. Maka mereka yang berjalan ke masjid itu bersenam sambil membuat pahala.


Adakah kita sedar betapa ruginya kita yang sering meninggalkan solat dan jarang ke masjid? Mungkin kita harus sedar Allah itu menyayangi kita dan mahukan hamba-hambanya sihat dan memperoleh kesihatan serta getaran walaupun dalam urusan pengabdian kepadanya.


Tafakur

Tafakur atau dalam bahasa Inggeris 'meditation' ditafsirkan oleh barat sebagai aktiviti mendiamkan diri dalam posisi tertentu, pada tempoh tertentu untuk memperoleh ketenangan. Tujuannya adalah untuk merehatkan otak yang mana otak yang sihat ini dapat memandu tubuh badan menjadi lebih sihat dan produktif. Seterusnya aura dan getaran seseorang itu lebih tulen.


Tafakur bukanlah perkara yang asing dalam Islam. Terlalu banyak panduan yang digariskan dalam Islam yang boleh dikaitkan dengan tafakur dan juga objektif tafakur itu sendiri. Antaranya beriktikaf dalam masjid untuk mengingati Allah melalui amalan zikir serta amalan lain seperti membaca al-Quran. Solat itu sendiri mempunyai kesamaan objektifnya dengan tafakur.


Seorang yang khusyuk dalam solat akan melupai apa yang berlaku di sekelilingnya dan melatih seseorang menjadi lebih fokus. Selepas solat, maka disunatkan kita berzikir dan berdoa. Ia adalah amalan untuk kita lebih menenangkan diri melalui zikir dengan mengingati Allah dan menaikkan keyakinan seseorang bahawa Allah itu sentiasa mendengar melalui aktiviti doa.


Banyak lagi panduan melalui amalan ketuhanan dalam Islam yang mempunyai objektif yang sama seperti tafakur dan ia bukan sahaja memberi ketenangan di dalam jiwa, malah membina sifat sabar, yakin, syukur, tabah dan berserah.


Tidur

Kajian mengatakan lagi perlunya seseorang itu mempunyai tidur yang cukup dan bangun secara semulajadi. Ia bagi membolehkan tubuh badan manusia itu memperoleh cukup istirehat agar ia boleh berfungsi dengan baik setiap hari. Tubuh yang kurang tidur dikaitkan dengan kebarangkalian seseorang itu memperoleh penyakit. Tubuh yang tidak sihat umpama mesin yang tidak produktif. Aura dan getaran amat kurang pada tubuh yang kurang rehat.


Dalam surah an-Naba' ayat ke-9, Allah berfirman yang bermaksud "Jadikanlah tidur kamu itu satu istirehat". Selain itu dalam surah al-Qasas dari ayat 71-73, Allah banyak menjelaskan tentang tidur ia juga merupakan ayat yang dijadikan rujukan bg membuat panduan tentang tidur dalam Islam. Sememangnya penjelasan Islam tentang tidur dan istirehat darinya digariskan dalam perbincangan yang tersusun termasuklah adab-adab tidur itu sendiri sama ada seseorang itu mendapatkan tidurnya pada waktu siang atau waktu malam untuk merehatkan tubuh badan.


Hubungan Kemanusiaan

Kajian barat lagi menggariskan bahawa seseorang itu membangkitkan aura dan getaran mereka melalui hubungan kemanusiaan yang positif, hubungan kekeluargaan dan setiakawan, hubungan dengan komuniti yang positif serta hubungan dengan orang-orang yang progresif. Hubungan yang positif menghasilkan gelombang aura dan getaran semulajadi daripada nilai positif itu sendiri.


Perkara ini telah banyak dibincangkan dalam konsep muamalat dalam Islam. Terlalu banyak panduan Islam tentang hubungan kekeluargaan, sahabat, kemasyarakatan serta hubungan dengan para ilmuan yang progresif. Apa yang perlu adalah cuma mencarinya dengan mudah di internet atau ke toko buku dengan mendapatkan penulisan tentang perkara tersebut dalam Islam. Ia telah ada beribu tahun yang dahulu.


Apa Kata Anda?

Adakah kajian orang barat itu perkara sia-sia sedangkan semua itu telah pun diajar di dalam Islam? Hakikatnya ia adalah perkara yang baik untuk dikaji dan dijelaskan dalam susunan. Mungkin selama ini orang Islam tidak sedar bahawa ajaran Islam itu sendiri mempunyai banyak hikmah di sebaliknya. Maka dengan penemuan sains dan kajian, menjelaskan lagi bahawa doktrin Islam ini penuh dengan perkara hikmah yang masih lagi boleh digali dan dicari kelebihannya.


Berbalik kepada aura dan getaran. Apakah moral di sebalik perbincangan ini? Sekiranya kita melihat kembali isi dan pengisian tentang aura dan getaran itu sendiri mengajar kita untuk menjadi manusia yang mulia. Berbeza daripada amalan yang berada dalam kehidupan kita sekarang yang terlalu banyak mencemarkan cara hidup serta alam.


Kehidupan kini penuh dengan persepsi negatif, kelakuan negatif, konsep negatif, panduan negatif, idea negatif dan pendek kata kehidupan manusia yang semakin canggih kini semakin membuahkan banyak perkara negatif. Maka tidak hairan mengapa manusia berlumba-lumba mencari kehidupan yang ditafsirkan mereka sebagai kejayaan tetapi sangat ramai juga yang memberitahu mereka masih belum menemui kehidupan.


Selain itu aura dan getaran ini adalah satu tips bagi mereka dalam membina kehidupan baik dari segi kerjaya, perniagaan, perhubungan dan sebagainya. Aura dan getaran kini menjadi salah satu topik hangat bagi individu yang membina kerjaya mereka bagi memperoleh kesan dan hasil yang memberangsangkan. Amat rugi bagi orang Islam yang tidak mendalami ilmu Islam itu sendiri dan masih tertanya-tanya mengapakah aku seorang Islam tetapi hidup dalam keadaan terumbang-ambing. Silapnya ialah kita sendiri kurang menghayati agama.


Oleh yang demikian, luangkanlah masa untuk agama. Agama Islam bukanlah kisah ketuhanan atau sembahyang. Islam sebenarnya adalah cara hidup. Orang Islam yang rosak itu adalah mereka yang mengaku Islam tetapi tidak mengikut ajaran Islam yang sebenar. Jadi tidak hairanlah, seorang Islam itu masih terkapai-kapai dalam kekayaan, masih hidup dalam keganasan dan minda yang tertutup, masih mencari penyelesaian lain yang hakikatnya telah ada dalam Islam. Ini semua adalah kerana, mereka tidak mendapatkan ajaran Islam yang sebenar dan mereka tidak menghayati ajaran yang telah pun mereka temui.


Sesekali carilah individu yang mempunyai Nur. Individu seperti ini sangat banyak di kalangan ulama dan ahli Agama yang menghayati Islam. Raut wajah mereka sangat bersih dan menenangkan mata yang memandang. Usah dinilai daripada foto dan gambar tetapi carilah peluang bertemu mereka untuk melihat Nur yang Allah kurniakan kepada hambanya yang taat dan menghargai agama. Anda sendiri akan merasa adanya ketenangan walaupun hanya dengan mendampingi mereka.


- Artikel iluvislam.com



MEREKA YANG SENTIASA MEMBERI AURA 
KEPADA KEHIDUPAN SAYA...

 seorang suami yang sentiasa menyintai...
anak-anak yang taat..
seorang ayah yang hebat...


seorang ibu yang kental...
adik dan kakak yang sehati bersama...


bonda pengetua yang penyayang...
seorang sahabat yang sentiasa mendoakan...
 



seorang sahabat sejati saya dunia akhirat...

seorang sahabat yang sentiasa senang membantu...

"Teman yang paling baik adalah 

apabila kamu melihat wajahnya, 

kamu teringat akan Allah, 

mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, 

melihat gerak-gerinya teringat mati.."


Syukur ke hadratNYA 
kerana saya sentiasa bersama individu2 hebat 
yang aura dan getarannya 
sentiasa melekat di sanubari saya....
~ Ustazah Yasirah Yazid ~


KLIK : KEMARUK HARTA BATHIL